- September 10, 2020
- Posted by: Bayu Prabowo
- Category: Artikel
PALEMBANG, SONORA – Sebanyak 225 SPBU di Sumbagsel sudah terdigitalisasi sesuai dengan target pemerintah. Program digitalisasi SPBU merupakan upaya Pertamina untuk mengoptimalkan layanan kepada konsumen dengan memantau ketersediaan, penjualan BBM dan transaksi di SPBU dengan data yang realtime, Kamis 10 September 2020.
PT Pertamina (Persero) melalui Marketing Operation Region (MOR) II sudah melakukan digitalisasi 29 SPBU di Bangka Belitung, 28 SPBU di Bengkulu, 33 SPBU di Jambi, 57 SPBU di Lampung, 78 SPBU di Sumatera Selatan dan sisanya masih dalam proses persiapan serta pemasangan sejumlah perangkat pendukung.
Konsep digitalisasi adalah dengan merekam seluruh data transaksi dan stok SPBU secara akurat pada waktu yang faktual, dimana dari setiap nozzle/selang pengisian BBM ke kendaraan konsumen dibuatkan sesuai sistem sedemikian rupa, sehingga secara langsung dapat memberikan data konsumsi dan penjualan setiap SPBU. Data tersebut nantinya dapat dipantau melalui sistem yang bisa diakses oleh pemerintah yang berkaitan dengan data dan pengawasan konsumsi BBM seperti Kementerian ESDM, Kementerian BUMN, Kementerian Keuangan, dan BPH Migas.
Region Manager Comrel & CSR Pertamina Sumbagsel Dewi Sri Utami mengatakan digitalisasi juga memberikan kemudahan layanan kepada konsumen, dimana dapat memantau ketersediaan/ stok BBM di suatu SPBU, mengetahui data penjualan jenis BBM dan besaran transaksinya. Pertamina bisa langsung mengetahui jika terdapat SPBU yang akan kehabisan bahan bakar, sehingga dapat ditindaklanjuti dengan upaya pengiriman BBM ke SPBU yang bersangkutan. Digitalisasi juga mewujudkan cashless payment antara Pertamina dengan pemilik SPBU, serta pemilik SPBU dengan konsumen.
Penulis : Endah
Sumber Foto : Humas Pertamina
