Stabilkan Inflasi Sumsel, HD Menilai Konektivitas Antar Wilayah Berperan Penting

PALEMBANG SONORA – Guna menjaga kestabilan inflasi di Sumsel, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) terus melakukan upaya konektivitas antar wilayah melalui pembangunan infrastruktur di 17 kabupaten/kota yang diantaranya memberikan akses jalan yang mulus, pemerataan pembangunan.

Seperti yang diketahui, angka inflasi 1,55 persen yang dicapai Sumsel tahun 2020 lalu menjadi angka yang menggembirakan, sekaligus menjadi prestasi.

Gubernur Sumsel, Herman Deru mengatakan, pencapaian tersebut merupakan hasil kerjasama yang baik antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota.

“Saya ucapkan terimakasih kepada semua pihak, baik kabupaten/kota maupun Bank Indonesia (BI), karena angka 1,55 persen ini adalah angka luar biasa. Ini capaian prestasi yang hebat,” katanya beberapa waktu lalu.

HD menambahkan, Pemprov Sumsel  memiliki pola tersendiri dalam sektor perdagangan, baik cara transaksi, maupun dalam hal lainnya. Sehingga banyak sektor yang mempengaruhi inflasi Sumsel.

“Kontraksi ekonomi itu juga mempengaruhi lebih dari 200 negara, termasuk Indonesia. Namun ini bisa diatasi dengan baik agar bisa berdaya dan bertahan dengan ekonomi yang tangguh. Ekonomi tangguh harus merata di Sumsel,”  terangnya.

Dalam kesempatan ini, Herman Deru berharap, HLM TPID Sumsel harus memiliki subtansi memberikan ketangguhan psikologi bagi masyarakat. Perkembangan isu akan mempengaruhi kestabilan harga di masyarakat.

“Sebelum masuk bulan puasa, saya minta bupati/walikota memantau harga di pasar. Baik daging, telur, ayam, beras dan bahan pokok lainnya untuk memastikan harga tetap stabil. BI juga diminta memberikan kenyamanan bagi penjual, pembeli dan penikmat (masyarakat),” tutupnya.

 

Penulis : Fernando Oktareza

Sumber Foto : Koleksi Pribadi



Leave a Reply