Umat Kristiani Mengenang Kebangkitan Tuhan

PALEMBANG SONORA – Hari Raya Paskah bagi umat Kristiani merupakan peristiwa untuk mengenangkan kebangkitan Tuhan.

Kondisi masyarakat yang sedang berada di tengah musibah pandemi virus corona ini, menurut Uskup Agung Palembang Mgr. Aloysius Sudarso, SCJ., seperti menggambarkan situasi Paskah Perjanjian Lama, yaitu saat Tuhan melawati umatNya.

Dalam Paskah Perjanjian Lama, umat Tuhan, yaitu bangsa Israel, diminta untuk merayakan paskah dengan berkumpul di rumah. Sementara, Tuhan membebaskan umatNya tersebut, dengan lawatanNya. Sehingga, mereka bisa terbebas dari perbudakan yang terjadi di tanah Mesir.

Dalam kondisi sekarang, kata Uskup, para keluarga pun diajak untuk berkumpul di rumah.

“Di situ, kita mengimani Allah yang mengunjungi umatNya, dalam Yesus yang sudah bangkit. Nah itu kita rayakan,” ujar Uskup, saat diwawancarai Radio Sonora, Kamis (2/4).

Menurut Uskup, umat harus memetik hikmah dari situasi yang terjadi. Saat diminta untuk harus berada di rumah, Tuhan yang akan melawati umatNya.

Apalagi, kata Uskup, Kristus memang sudah sungguh bangkit. Ia pasti akan datang di tengah keluarga orang beriman.

Uskup mengajak umat Kristiani untuk memohon agar Kristus juga melawati masyarakat dan bangsa Indonesia yang sedang dalam kesulitan.

“Agar dibebaskan dari marabahaya yang sedang kita alami di Indonesia ini dan juga di dunia,” ungkap Uskup.

Menurut Uskup, suasana Paskah tahun ini, pasti sangat berbeda dalam perayaannya. Umat pasti akan sangat rindu, untuk merayakan ekaristi dalam kebersamaan untuk menyambut Hari Raya Paskah. Sementara, Paskah merupakan puncak iman dari umat Kristiani.

Uskup berharap, semoga kerinduan itu justru memperdalam penghayatan umat akan Kristus yang hadir di tengah dunia ini.

“Kristus yang bangkit, tetapi mengunjungi keluarga-keluarga, mempersatukannya, dan memberi kekuatan untuk menghadapi kesulitan ini, menghindarkan dari rasa takut dan cemas,” ujarnya.

Uskup meyakini, Yesus sudah menyiapkan hidup baru bagi umat Kristiani dalam kebangkitanNya.

“Memang kita akan tetap kena sakit. Kita tetap akan mati. Tetapi, Yesus memberikan hidup baru. Hidup di dunia pasti akan berakhir. Penyakit akan ada. Tetapi, semoga Paskah ini memberikan kekuatan bagi umat Kristiani untuk menyambut Kristus yang berkunjung ke masing-masing keluarga, dengan membawa semangat dan kebangkitan,” ungkapnya.

Uskup mengatakan, Tuhan akan hadir dalam kerinduan umatNya yang mendalam. Tuhan itu istimewa. Kalau kita merindukanNya, Dia datang. Kalau kita berdoa kepadaNya, Dia datang di tengah kita. Kalau kita mengenangkanNya, Dia pasti hadir di tengah kita. Karena, Dia menyertai kita.

Semoga, lanjut Uskup, kerinduan umat akan mempersatukan keluarga di tengah keluarga, untuk menyambut Kristus.

“Renungkanlah, dan kami membantu dengan live streaming,” ungkapnya.

Uskup menjelaskan, hal ini terjadi, karena pihaknya belum juga menemukan cara dalam menghindari penularan pandemi virus corona.

Uskup mengajak umat untuk mendoakan, agar seluruh umat tetap bergembira, begitu juga dengan masyarakat luas, serta pemerintah yang berjuang keras untuk kesejahteraan rakyat.

“Marilah kita juga bersama-sama untuk menghadapi corona ini dan bersama-sama untuk menjaga satu sama lain supaya kita cepat dibebaskan dari marabahaya,” ujar Uskup.

Di akhir perbincangan, Uskup menyampaikan ucapan Selamat Paskah. Semoga umat tetap bersukacita. Semoga Kristus yang bangkit mengunjungi kita di rumah kita masing-masing.

“Kita pandang salibNya, kita rayakan dengan sukacita, dan semoga kita dibebaskan juga dari marabahaya. Itu pesannya,” pungkas Uskup.

Penulis : Bovend

Sumber Foto : Google.com



Leave a Reply