Wacana Vaksinasi Mandiri Memerlukan Pencatatan

Palembang Sonora – (29/1/2021), Ahli Epidemiologi Sumsel Dr. Iche Liberty, M.Kes menilai bahwa vaksin tidak akan menyelesaikan pandemic karena untuk membentuk kekebalan kelompok pada masyarakat paling tidak 70% masyarakat harus divaksin, sementara vaksin masih tergantung dari pihak luar.

“ artinya kita tidak bisa menargetkan kapan selesai, vaksin ada dua tahap, masyarakat harus patuh, tahap pertama datang, tahap kedua  juga harus datang, belum lagi informasi hoax, ada yang meninggal dikaitkan dengan vaksinasi dan sudah terlanjur menyebar sebelum klarifikasi datang, akan mempengaruhi keberhasilan vaksin. Butuh media seperti Sonora dan lainnya untuk ikut mengcounter berita – berita yang tidak benar, karena akan mempengaruhi atensi masyarakat, belum ada aturan denda, belum tau kedepan seperti apa,” ungkapnya.

Ia mengatakan wacana vaksinasi mandiri sangat baik, namun memerlukan pencatatan yang rapi agar tidak tumpeng tindih sehingga menimbulkan masalah dikemudian hari.

“ vaksinasi mandiri akan membantu, mereka ditanggung perusahaannya, hanya saja pencatatannya harus rapi, kalau mau by NIK, nomor induk KTP, yang mandiri juga dicatat, yang gratis juga dicatat agar tidak tumpeng tindih karena pencatatan jadi masalah, sedikit ikut memperlambat cakupan vaksinasi. Tidak hanya di Sumsel, masyarakat harus menunggu SMS Blast, bila belum dapat jadi belum bisa vaksin, pencatatan harus diperhatikan,” ujarnya.

Ia menambahkan vaksinasi mandiri sebaiknya ditanggung masing masing perusahaan agar tidak membebani masyarakat.

“ missal karyawan sebuah perusahaan ditanggung perusahaanya, tapi harus jelas dan tidak dibebankan masyaraka itu sendiri, tapi kalau gratis lebih baik, tapi jangan terlalu lama waktunya, negara harus keras usahanya,” imbuhnya.

Ia menjelaskan situasi per 28 Januari 2921, Sumsel konfirmasi positif berjumlah 14.080 dengan tingkat kesembuhan 81,42 %, lebih tinggi dari nasional 81,01 %, kasus aktif yang dalam perawatan,  yang isolasi mandiri atau dalam perawatan rumah sakit 13,63 % lebih rendah dari nasional.

“ tapi tetap masyarakat disiplin 3 M, kabupaten/kota  juga harus kompak mengoptimalkan 3 T, strategi pandemic 3 M dari masyarakat dari sisi hilir 3 T dan vaksinasi terus berjalan agar pandemic terkendali,” pukasnya.

 

Penulis : Jati

Sumber Foto : Google



Leave a Reply