Warga Harapkan Pemerintah Tetap Terapkan Pemeriksaan Protokol Kesehatan

PALEMBANG SONORA – Hari ini, Jumat (29/5), adalah hari keempat penerapan sanksi terhadap pelanggar pembatasan sosial berskala besar (psbb).

Menurut pengakuan seorang pelanggar psbb yang ada di check point Basuki Rahmat, Mawar, dia dan seorang temannya berniat untuk membeli makanan yang berada tidak jauh dari lokasi check point tersebut.

“Kami mau beli makan,” jawab Mawar, saat diwawancarai radio, Jumat (29/5) pagi.

Mawar mengatakan, dia dan temannya berada di satu tempat kerja, namun beda alamat rumah.

“Berdekatan tapi rumahnya,” ujarnya.

Menurut Mawar, mereka tidak terpikir akan diperiksa oleh petugas. Apalagi, lokasi penjual makanan berada tidak jauh dari check point tersebut.

“Soalnya, beli makannya dekat sini,” ungkapnya.

Mawar mengungkapkan, dia dan temannya sudah merasa aman karena menggunakan masker.

“Kami gak tahu kalau harus ditanya ktp,” ujarnya.

Menurut Mawar, pelaksanaan psbb di kota Palembang dinilai sudah baik.

“Memang saya-nya aja yang lupa bawa ktp,” tuturnya.

Kegiatan kayak gini, lanjut Mawar, baik untuk dilakukan.

“Razia-razia memang harus diwajibkan kayak gini,” ujarnya.

Mawar bersama seorang temannya, harus berurusan dengan petugas yang ada di check point Basuki Rahmat, karena melanggar ketentuan psbb Kota Palembang.

Mereka berboncengan dengan menggunakan kendaraan roda dua, namun tidak berada di satu alamat rumah yang sama.

Akibat pelanggaran tersebut, mereka diberikan sanksi untuk membersihkan sampah di lokasi tersebut dengan menggunakan sapu.

“Gak berat kok,” ujarnya.

Mawar berjanji, dirinya tidak akan lagi melanggar ketentuan psbb yang berlaku.

“Lain kali, saya akan bawa ktp, pakai masker (lengkap), bawa hand sanitizer juga,” ungkapnya.

Di akhir wawancara, Mawar berharap, pemerintah tetap menerapkan pemeriksaan protokol kesehatan seperti yang dilakukan saat ini.

“Jadi, virusnya cepat hilang,” pungkasnya.

 

Penulis : Bovend

Sumber Foto : Google.com



Leave a Reply