- November 18, 2022
- Posted by: Bayu Prabowo
- Category: Artikel
PALEMBANG SONORA – Setiap orang dapat dipastikan memiliki tahu lalat di anggota tubuhnya.
Maka tak heran apabila keberadaan tahi lalat pada tubuh dianggap sebagai hal yang wajar.
Namun ada hal penting yang perlu Anda ketahui soal tahi lalat.
Yup, Anda perlu waspada apabila tahi lalat muncul di payudara.
Pasalnya, keberadaan tahi lalat di payudara dikhawatirkan memicu timbulnya penyakit ganas.
Tapi tidak semua tahi lalat yang tumbuh di payudara berpotensi menimbulkan kanker payudara, karena ada jenis-jenis tahi lalat yang berpotensi menjadi pemicu timbulnya penyakit.
Dilansir dari Grid.id, berikut empat jenis tahi lalat di payudara yang perlu diketahui antara lain :
1. Tahi lalat di bawah payudara
Keberadaan tahi lalat di bawah payudara tidak bisa dilihat secara langsung dengan kaca. Anda perlu mengangkat payudara dengan bantuan cermin untuk mengeceknya.
Anda juga dapat meminta bantuan seseorang untuk membantu melihat bagian bawah payudara, seperti pasangan.
2. Tahi lalat hitam di payudara
Tahi lalat berwarna hitam merupakan hal yang normal.
Akan tetapi, kita tetap harus memperhatikan terus agar tanda-tanda kemerahan dapat diketahui sedini mungkin. Demikian beberapa jenis tahi lalat di payudara. Perlu diingat agar Anda rutin memeriksa kondisi payudara secara rutin.
Jika merasa ada kondisi yang mengganjal, silahkan berkonsultasi ke dokter kulit terkait. Bisa saja itu merupakan tanda-tanda tumbuhnya tumor pada payudara.
3. Warna tahi lalat di payudara merah
Jika Anda memiliki tahi lalat di payudara yang berwarna merah jangan khawatir karena tak berbahaya.
Warna merah pada tahi lalat di payudara terjadi akibat adanya konsentrasi beberapa kapiler jinak di bawah permukaan kulit. Terlebih, jika Anda memiliki kulit berwarna putih.
Jika Anda merasa ragu dan khawatir, Anda juga bisa memeriksakan diri secara rutin dengan dokter. Dokter akan melakukan pemantauan jika ada perubahan pada tahi lalat tersebut, sehingga dapat segera diberi perawatan yang sesuai.
4. Tahi lalat baru di payudara
Jangan khawatir jika tiba-tiba muncul tahi lalat baru di bagian payudara. Hal itu adalah normal kok. Apalagi, jika pertumbuhan terjadi saat hamil. Meski begitu, jika Anda memiliki tahi lalat baru di payudara setelah usia 30 tahun dan tidak dalam kondisi hamil, Anda perlu mewaspadainya.
Apalagi jika tahi lalat tersebut memiliki warna yang berbeda dari yang lain, kemudian menjadi gatal atau berdarah. Atau tahi lalat tersebut tumbuh dengan cepat di payudara. Jika merasakan tanda-tanda tersebut, cobalah periksakan diri ke dokter kulit.
Adapun beberapa gejala tumor pada payudara bisa diwaspadai sebagai berikut :
– Muncul benjolan atau penebalan pada payudara atau di sekitar payudara, misalnya di ketiak, yang tetap terasa setelah masa haid selesai
– Benjolan tidak bisa bergeser saat ditekan atau digerakan
– Muncul area yang jelas terasa atau terlihat berbeda dibanding daerah di sekitarnya, pada salah satu atau kedua bagian payudara
– Terjadi perubahan pada bentuk, ukuran, dan kontur payudara
– Terjadi perubahan pada kulit payudara atau pada putting, seperti kemerahan, cekung, berkerut, tanda-tanda peradangan, atau bersisik Keluar cairan bening atau darah dari payudara
Setiap orang dapat dipastikan memiliki tahu lalat di anggota tubuhnya.
Maka tak heran apabila keberadaan tahi lalat pada tubuh dianggap sebagai hal yang wajar.
Namun ada hal penting yang perlu Anda ketahui soal tahi lalat.
Yup, Anda perlu waspada apabila tahi lalat muncul di payudara.
Pasalnya, keberadaan tahi lalat di payudara dikhawatirkan memicu timbulnya penyakit ganas.
Tapi tidak semua tahi lalat yang tumbuh di payudara berpotensi menimbulkan kanker payudara, karena ada jenis-jenis tahi lalat yang berpotensi menjadi pemicu timbulnya penyakit.
Dilansir dari Grid.id, berikut empat jenis tahi lalat di payudara yang perlu diketahui antara lain :
1. Tahi lalat di bawah payudara
Keberadaan tahi lalat di bawah payudara tidak bisa dilihat secara langsung dengan kaca. Anda perlu mengangkat payudara dengan bantuan cermin untuk mengeceknya.
Anda juga dapat meminta bantuan seseorang untuk membantu melihat bagian bawah payudara, seperti pasangan.
2. Tahi lalat hitam di payudara
Tahi lalat berwarna hitam merupakan hal yang normal.
Akan tetapi, kita tetap harus memperhatikan terus agar tanda-tanda kemerahan dapat diketahui sedini mungkin. Demikian beberapa jenis tahi lalat di payudara. Perlu diingat agar Anda rutin memeriksa kondisi payudara secara rutin.
Jika merasa ada kondisi yang mengganjal, silahkan berkonsultasi ke dokter kulit terkait. Bisa saja itu merupakan tanda-tanda tumbuhnya tumor pada payudara.
3. Warna tahi lalat di payudara merah
Jika Anda memiliki tahi lalat di payudara yang berwarna merah jangan khawatir karena tak berbahaya.
Warna merah pada tahi lalat di payudara terjadi akibat adanya konsentrasi beberapa kapiler jinak di bawah permukaan kulit. Terlebih, jika Anda memiliki kulit berwarna putih.
Jika Anda merasa ragu dan khawatir, Anda juga bisa memeriksakan diri secara rutin dengan dokter. Dokter akan melakukan pemantauan jika ada perubahan pada tahi lalat tersebut, sehingga dapat segera diberi perawatan yang sesuai.
4. Tahi lalat baru di payudara
Jangan khawatir jika tiba-tiba muncul tahi lalat baru di bagian payudara. Hal itu adalah normal kok. Apalagi, jika pertumbuhan terjadi saat hamil. Meski begitu, jika Anda memiliki tahi lalat baru di payudara setelah usia 30 tahun dan tidak dalam kondisi hamil, Anda perlu mewaspadainya.
Apalagi jika tahi lalat tersebut memiliki warna yang berbeda dari yang lain, kemudian menjadi gatal atau berdarah. Atau tahi lalat tersebut tumbuh dengan cepat di payudara. Jika merasakan tanda-tanda tersebut, cobalah periksakan diri ke dokter kulit.
Adapun beberapa gejala tumor pada payudara bisa diwaspadai sebagai berikut :
– Muncul benjolan atau penebalan pada payudara atau di sekitar payudara, misalnya di ketiak, yang tetap terasa setelah masa haid selesai
– Benjolan tidak bisa bergeser saat ditekan atau digerakan
– Muncul area yang jelas terasa atau terlihat berbeda dibanding daerah di sekitarnya, pada salah satu atau kedua bagian payudara
– Terjadi perubahan pada bentuk, ukuran, dan kontur payudara
– Terjadi perubahan pada kulit payudara atau pada putting, seperti kemerahan, cekung, berkerut, tanda-tanda peradangan, atau bersisik Keluar cairan bening atau darah dari payudara
Penulis : Fernando Oktareza
Sumber Foto : Kompas
