- September 15, 2020
- Posted by: Jati Sasongko
- Category: Informasi
PALEMBANG SONORA – Sampai sejauh ini jenis virus corona yang mewabah di Indonesia masih berjenis sama, namun ada yang sudah bermutasi. Direktur RS. Pusri, Prof. Yuwono kepada Sonora (7/9/2020) mengatakan virus yang bermutasi tersebut tidak ganas, namun mudah menular.
“ jenis baru tidak ada, tapi mutasi, dan itu wajar. Setelah dikumpulkan sampel, terjadi mutasi asam amino 614 dari aspartat menjadi glisin, ini menyebabkan virus mudah menyebar, tapi tidak ganas,” ujarnya.
Ia menambahkan virus ini berbahaya dalam hal penyebarannya yang sangat cepat.
“ tapi tingkat fatalnya tetap 4 sampai 6 %,” imbuhnya.
Ia mengatakan pemeriksaan terhadap sampel saat ini lebih baik dibandingkan pada awal – awal pandemic, pada awal kita baru bisa memeriksa 0,1% per 1000 penduduk, saat ini sudah mencapai 3% per 1000 penduduk.
“ sudah ada peningkatan, tapi masih kurang, kita butuh 10 % per 1000 penduduk, artinya dalam 1000 orang ada 100 orang yang diperiksa,” ujarnya.
Ia menambahkan jumlah bed untuk menampung pasien covid -19 masih mencukupi di Sumsel.
“ Bulan Juni masih cukup, Juli, Agustus peningkatan yang luar biasa, 40 sampai 50 persen tempat tidur, bulan Juli penuh, pertengahan Agustus hingga sekarang tinggal 20%, ini berlaku di Sumsel. Kedepan antisipasi tetap perlu, meskipun kecil, jangan sampai kasus sporadic yang ada saat ini jadi mereata,” imbuhnya.
Ia juga menghimbau beberapa hal terkait pandemic corona, antara lain masyarakat tetap harus belajar, mengupdate informasi, menjaga imunitas dan menerapakn 3 M ( masker, cuci tangan dan jaga jarak ).
Penulis : Jati Sasongko
Sumber Foto : google
