- October 13, 2020
- Posted by: Bayu Prabowo
- Category: Informasi
PALEMBANG SONORA Aksi unjuk rasa, menolak pengesahan undang-undang cipta kerja, kembali terjadi. Kali ini, aksi unjuk rasa, dilakukan oleh Serikat Buruh Sriwijaya, Senin (12/10) pagi, di Simpang Lima Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Selatan.
Menurut Ketua Umum Serikat Buruh Sriwijaya, yang juga merupakan Koordinator Aksi, Ramlianto, ada beberapa pertimbangan yang menjadikan aksi unjuk rasa ini diikuti oleh lebih kurang seratus pekerja buruh yang tergabung dalam Serikat Buruh Sriwijaya.
“Sebenarnya, hari ini, kita harusnya 300 orang. Karena, banyak di tingkat perusahaan tidak diizinkan untuk aksi dan harus karantina, makanya banyak kawan-kawan mundur. Sehingga, hanya tersisa seratus orang,” ujar Ketua Umum Serikat Buruh Sriwijaya tersebut, saat diwawancarai Radio Sonora, usai melakukan aksi unjuk rasa, Senin (12/10) siang.
Ia mengatakan, Serikat Buruh Sriwijaya hanya mengajukan satu tuntutan kepada pemerintah pusat, yaitu menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) untuk membatalkan Undang-Undang Cipta Kerja (Omnibus Law).
“Itu saja,” ungkap pria yang menjadi Koordinator Aksi Serikat Buruh Sriwijaya.
Dikatakannya, penyebar berita bohong (hoaks) seputar undang-undang cipta kerja harus diklarifikasi terlebih dahulu. Serikat buruh, sebagai pelaksana di lapangan, tentu sangat memahami bahwa undang-undang cipta kerja dianggap multitafsir.
Undang-undang cipta kerja, lanjutnya, memiliki potensi untuk menjadi pelanggaran yang tidak sedikit.
“Nah, makanya kami, untuk hoaks-hoaks itu sendiri, kami tidak mempercayai. Namun kami, tetap berversi, bahwa undang-undang cipta kerja, banyak pelanggaran yang akan dilakukan,” ujarnya, di aksi unjuk rasa yang berlangsung selama lebih kurang dua jam tersebut.
Ia mengungkapkan, Serikat Buruh Sriwijaya, di aksi unjuk rasa kali ini, hanya menyampaikan aspirasi. Ke depan, pihaknya kembali akan melakukan aksi unjuk rasa, bila Presiden RI Joko Widodo belum merespons keinginan dari para pekerja buruh yang tergabung dalam Serikat Buruh Sriwijaya.
“Karena, aksi serikat buruh hari ini, mungkin bergelombang, di Sumsel khususnya. Mungkin hari ini kita, dan hari Kamis juga mungkin ada lagi teman-teman buruh lain. Mungkin seperti itu,” ungkapnya.
Menurutnya, berdasarkan informasi yang didapat, ada sekitar tiga organisasi yang akan melakukan aksi unjuk rasa, Kamis (15/10) nanti.
Ia berharap, pemerintah memberikan perhatian terhadap aspirasi-aspirasi yang disampaikan oleh serikat buruh.
Penulis: Bovend
Sumber Foto: Koleksi Pribadi
