- July 30, 2020
- Posted by: Jati Sasongko
- Category: Informasi
PALEMBANG SONORA – Imam Besar Masjid Agung Palembang KH. Kgs. Nawawi Dentjik Alhafidzh kepada Sonora (30/7/2020) mengatakan bahwa Id berarti kembali, Adha berarti kurban, jadi Idul Adha berarti kembali merayakan hari kurban. Peristiwa ini diambil dari kejadian ketika Nabi Ibrahim, yang bersedia untuk mengorbankan putranya Ismail untuk Allah, kemudian sembelihan itu digantikan oleh-Nya dengan domba.
“ untuk memperingati ini, setiap 10 djulhijah kita merayakan hari raya Idul Adha atau kurban,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa syarat hewan yang dikurbankan antara lain, hewan tersebut harus baik atau tidak cacat, untuk kambing berusia minimal 1 tahun dan sapi 2 tahun.
“ 1 orang untuk domba dan 7 orang untuk sapi. Daging kurban dibagikan kepada mustahik, orang duafa dan mereka yang berhak menerima,” imbuhnya.
Tahun ini karena pandemi corona, Masjid Agung Palembang tidak membagikan daging kurban secara langsung, tapi melalui Ketua RT. Pemerintah Kota menghimbau agar masyarakat menghadiri Sholat Idul Adha di masjid masjid di sekitar tempat tinggal untuk mencegah penyebaran virus corona. Masjid Agung Palembang tahun ini menggelar Sholat Idul Adha hanya didalam ruangan saja dan menerapkan protocol kesehatan. Penyembelihan hewan kurban akan dilakukan pada malam hari untuk menghindari kerumunan massa.
Penulis : jati sasongko
Sumber foto : google
