- August 5, 2024
- Posted by: Jati Sasongko
- Category: Informasi
Palembang Sonora – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Palembang menggelar acara Sosialisasi Pengawasan Partisipatif Pemilihan 2024 di Grand Daira Hotel Palembang, Jl. Jend. Sudirman pada 2 – 4 Agustus 2024.
Sosialisasi dengan tema “Optimalisasi Peran Zilenial dan Pemilih Pemula dalam Pengawasan Pemilihan Serentak 2024” ini dihadiri oleh organisasi mahasiswa (Ormawa) dan berbagai komunitas se-Kota Palembang. Di antaranya yang terlibat dalam sosialisasi ini adalah Universitas Sumatera Selatan, Universitas Indo Global Mandiri, Komunitas Narasi Sumatera Selatan, dan Komunitas Pencinta Aksara Ulu Sumatera Selatan.
Ketua Bawaslu Kota Palembang, Yusnar, S. Sos, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan kesadaran kepada mahasiswa dan pemuda bahwa peran pengawasan partisipatif sangat dibutuhkan pada tahapan pemilihan.
“Peran mahasiswa dalam pengawasan pemilihan sangat dibutuhkan, karena mahasiswa era sekarang sangat melek teknologi, terutama media sosial yang berperan besar dalam pengawasan pemilihan, sehingga meminimalisir terjadinya tindak pelanggaran tahapan pemilihan,” ujarnya.
Yusnar juga mengingatkan pentingnya kesadaran mahasiswa dan organisasi kepemudaan akan pemilihan yang bersih dan bebas dari pelanggaran tahapan pemilihan karena mahasiswa sebagai ujung tombak perubahan harus sadar posisi.
“Mahasiswa dan pemuda sejak lama menjadi ujung tombak perubahan, oleh karenanya peran mahasiswa dan pemuda diharapkan menjadi salah satu pionir pemilihan yang bersih dan bebas dari pelanggaran, karena masyarakatnya aktif menyuarakan pencegahan terhadap tindak pidana pemilihan,” pungkasnya.
Di tempat yang sama, Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Provinsi Sumatera Selatan, Dra. Massuryati, mengatakan selamat atas peluncuran Sekolah Volunteer Pengawasan Bawaslu Palembang, sebuah program edukasi yang bertujuan melibatkan anak muda dalam pengawasan Pilkada dan melakukan perekrutan relawan.
“Selamat atas peluncuran Sekolah Volunteer Pengawasan ini. Program ini diharapkan dapat mengajak anak muda terlibat aktif dalam pengawasan Pilkada dan siap melakukan perekrutan,” ujarnya.
Massuryati menambahkan bahwa dengan petugas pengawas yang terbatas, perlu peran masyarakat untuk berpartisipasi aktif ikut mengawasi, sehingga pelaksanaan Pilkada berjalan lancar dan demokratis.
Penulis: Muhammad Abdul Rohim
