- November 16, 2020
- Posted by: Jati Sasongko
- Category: Informasi
SONORA PALEMBANG – Dr. Ezra Ebenezer Soleman, Sp.Kj, Seorang Psikiater dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Palembang dalam acara Bincang Dokter (16/11/2020) mengatakan bahwa dampak psikis pada pandemi covid – 19 beragam tingkatanya, mulai dari yang patuh, bosan, dan ada yang tidak peduli.
” hal itu wajar, ada tahapan psikologi ketika perubahan besar terjadi,” ujarnya.
ia menambahkan bahwa ketika ada masalah, maka seseorang akan mengalami perubahan psikologis.
” berbeda – beda reaksinya, tapi secara umum orang akan melakukan penyesuaian, awalnya menyangkal, kemudian marah, kemudian bergaining, dan setelah tau ada, akan masuk ke tahap depresi dan menyesal. Hal itu normal asal tidak berlebihan, harus segera dibantu, fasenya bisa naik, bisa turun, bolak – balik sampai nantinya baru ikut protokol kesehatan dan bisa menolak lagi,” imbuhnya.
ia mengatakan bahwa jumlah perbandingan antara laki – laki dan perempuan yang psikisnya terdampak pada pandemi covid -19 merata.
” antara pria dan wanita, rata – rata sama, dari kepribadian yang mudah cemas, emosi mudah terpancing dan depresi. Dan untuk remaja karena banyak dirumah, jadi ketagihan gadget, ditambah potensi depresi, itu normal,” ujarnya.
ia menjelaskan upaya upaya yang bisa dilakukan untuk mengatasi depresi pada pandemi covid -19.
” pertama masyarakat perlu sadar bahwa pandemi ini ada, berusaha menerima bahwa memang terjadi kondisi ini, artinya perlu menyesuaikan diri dengan perubahan ini. Kedua perlu memberikan waktu untuk diri sendiri / me time. Ketiga perlunya familiy time, waktu untuk keluarga agar keluar dari segala rutinitas dan mencari hal – hal yang menyenangkan agar bisa relaks,” ujarnya.
ia menambahkan bahwa semua keluarga akan terdampak, ketika satu orang mengalami depresi.
” tentu anggota keluarga yang lain akan ikut memikirkan belum ditambah masalah lain seperti ekonomi keluarga yang terdampak. Pada anak biasanya akan lebih rewel dan meminta perhatian lebih, kita perlu mengenalinya, bisa juga minta bantuan psikolog anak,” imbuhnya
Stress akibat pandemi adalah wajar, tapi perlu dikendalikan dan dikelola, mengatasinya bisa sendiri atau dengan bantuan orang lain seperti psikolog atau psikiater, kesehatan jiwa penting dan perlu dijaga.
Penulis : Jati
Suber Foto : koleksi pribadi
