Dokter : “ Ganti Masker Setiap 8 Jam Sekali ! “

PALEMBANG SONORA –  Memasuki fase new normal masyarakat sudah mulai mengendurkan kebiasaan menerapkan protocol kesehatan. Dalam acara “ Bincang Dokter ” Hari Senin,  03 Agustus 2020 Pkl 10-11 di Studio Sonora. Dr. Nelda Aprilia Salim, SpPD FINASIM  mengatakan bahwa meskipun roda perekonomian, pendidikan serta bidang – bidang lain tetap harus berjalan, namun protocol kesehatan tetap dijalankan, agar tidak timbul kasus kasus baru.

“ awal awal pandemic masyarakat banyak ketakutan, mereka mematuhi semua aturan dan tidak keluar rumah. Sekarang mereka eforia, seperti biasa, seperti habis dikurung kemudian dilepas dan kesenangan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa ada tiga prinsip yang harus dikerjakan agar penyebaran covid-19 tidak bertambah banyak.

“ menjaga jarak antara 1 hingga 1,8 meter, memakai masker dimanapun berada, apalagi kalau ditempat berkerumun dan ditempat sirkulasi udaranya tertutup, dan mencuci tangan, kalau tidak sengaja mengusap mata atau hidung, virus tidak masuk kedalam tubuh,” imbuhnya.

Ia mengatakan bahwa anggapan memakai masker sesak dan canggung harus dibuang, cukup dengan niat dan membiasakan diri, hal itu penting, untuk mencegah tertular virus corona.

“ segala sesuatu ada sulitnya, mau tidak mau harus dikerjakan, kalau tidak mau tertular, ya dipatuhi, lama – lama terbiasa,” ujarnya.

Ia  menambahkan bahwa dari penilitian belum ada dampak penyakit ketika seseorang menggunakan masker yang terlalu lama, namun yang perlu diperhatikan adalah mengganti masker setiap 8 jam sekali, terutama apabila masker sudah basah.

“ pernah ada penelitian, diperiksa, sama saja antara yang pakai masker dan yang tidak, kadar oksigenisasinya sama. Memakai masker maksimal 8 jam, dibuka sebentar, istirahat, nanti dipakai lagi,” imbuhnya.

Ia mengatakan untuk anak anak diwajibkan menggunakan masker saat keluar rumah, karena anak cenderung aktif dan susah diawasi. Selain masker juga diperlukan faceshield, namun bukanlah yang paling utama..

“ tujuan memakai masker adalah untuk melindungi jalan nafas, baik dari hidung maupun mulut. Keduanya bisa jadi jalan masuk kuman, tidak cukup dengan face shield, juga harus pakai masker, faceshield hanya untuk melindungi wajah, kalau ada percikan tidak langsung kena muka,” pukasnya.

 

Penulis : Jati sasongko

Sumber foto : koleksi pribadi



Leave a Reply