- October 25, 2024
- Posted by: Bayu Prabowo
- Category: Informasi
Sonora Palembang – Inovasi menjadi ciri khas yang harus melekat pada setiap aktivitas penelitian. Indikator inovasi berupa realisasi ide atau gagasan baru yang diterapkan berdasarkan kaidah-kaidah keilmuan, guna memprakarsai dan memperbarui produk atau proses. Lebih detilnya, inovasi dapat dibuktikan dengan adanya “Novelty” atau kebaruan sebagai unsur orisinalitas yang menunjukkan temuan baru dalam sebuah penelitian.
<span;>Semangat itulah yang dilakukan para peneliti dari Pusat Riset Konservasi Sumber Daya Laut dan Perairan Darat (PRKSDLPD), yang berada di bawah naungan Organisasi Riset Kebumian dan Maritim, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), yang saat ini bekerjasama Kilang Pertamina Plaju, perusahaan pengolahan migas & petrokimia di Sumatera Selatan, dalam upaya riset dan konservasi ikan belida (Chitala Lopis).
<span;>Ikan belida menjadi endemik Indonesia yang keberadaannya terancam punah. IUCN (International Union for Conservation of Nature) adalah organisasi internasional yang berfokus pada status keberadaan dan distribusi hayati global yang menjadi salah satau basis landasan untuk melakukan konservasi ekosistem maupun sumber daya alam. Dalam lamannya https://www.iucnredlist.org/species/ dengan kata kunci Chitala lopis yang dinyatakan sebagai spesies yang bertatus Extinct (punah).
<span;>Sementara, Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan No. 1 tahun 2021 menegaskan ikan belida termasuk dalam kategori perlindungan penuh. Untuk itu, demi menyelamatkan ikan belida yang merupakan identitas sekaligus kebanggan Kota Palembang yang saat ini masih ditemukan di beberapa titik perairan di Sumsel, sehingga riset dan konservasi menjadi keharusan untuk terus dikembangkan agar tetap lestari yang sejalan dengan Program Unggulan Hayati PT Kilang Pertamina Internasional RU III
