Kerjasama Saling Menguntungkan Antara Masyarakat di Area Lahan Gambut Dengan BRG

PALEMBANG SONORA – Dalam rangka mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan gambut, berbagai upaya dan pencegahan terus dilakukan. Dalam talkshow melalui media daring (8/9/2020) Benni Yusnandarsyah, ST, MSc – Plh. Kepala Bidang Pengendalian Kerusakan & Pemeliharaan Lingkungan Hidup, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Selatan mengatakan upaya yang dilakukan untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan gambut ada 3 macam, Yaitu : pertama adalah melakukan pembasahan lahan gambut untuk mencegah kekeringan sehingga tidak mudah terbakar, kedua adalah revegetasi terhadap bekas lahan gambut yang terbakar tahun 2019, serta revitalisasi berupa pemberian bantuan pemerintah kepada masyarakat yang terdampak.

“ pembasahan dengan membangun sekat kanal dan sumur bor, sudah dibangun 768 sekat kanal dan 257 sumur bor. Revegetasi di lahan gambut di OKI, Pedamaran, serta pampangan. Revitalisasi bantuan pemerintah baik bantuan ekonomi maupun pembanguan sekat kanal dan sumur bor,” katanya.

Ia menambahkan tantangan yang dihadapi dilapangan adalah sulitnya menjangkau lokasi, banyaknya lahan gambut yang sudah menjadi konsesi karena menjadi kewajiban perusahaan pemiliknya, kemudian masih banyak masyarakat yang menolak pembangunan sekat kanal karena takut banjir atupun menggunakannya untuk sarana transportasi.

Sementara itu Amelia Rima Pamudyanti, Deputi Bidang Konstruksi, Operasi dan Pemeliharaan, BRG mengatakan bahwa saat ini trend hotspot diwilayah Sumsel saat ini cenderung menurun, hal ini karena upaya upaya antisipasi yang terus dilakukan BRG.

“ trendnya menurun 2017 hingga 2020, 2019 memang terjadi kebakaran, namun bisa ditangani karena operasi pembasahan, juga adanya IPG yang membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan gambut, tahun ini pembasahan terus dilakukan meskipun kemarau basah,” katanya.

Ia menambahkan bahwa masyarakat juga berperan penting dalam turut mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan gambut.

“ sekat kanal bisa dimanfaatkan oleh mereka untuk mencuci ataupun berenang, karena IPG berada di wilayah mereka, sehingga mereka memanfaatkan dan memeliharanya,” imbuhnya.

Rini Endang Pratiwi, Tenaga Teknis BRG Provinsi Sumatera Selatan menambahkan bahwa BRG sudah mempersiapkan pembasahan gambut sebelum musim kemarau.

“ kami membentuk tim dan melakukan operasi pembasahan cepat, dan tahun ini sedikit terbantu karena kemarau basah,” katanya.

Ia menambahkan IPG yang sudah dibangun sepanjang 2017 samapi 2020 adalah berjumlah 768 sumur bor dan 37 pembangunan kanal diwilayah konservasi.

“ IPG diwilayah – wilayah desa yang berdekatan dengan lahan gambut, penduduk setempat yang memelihara dan memanfaatkanyat, masyarakat sangat antusias, sangat terbantu karena keberadaan IPG tersebut, mereka tidak kesulitan air dan kekeringan saat musim kemarau,” imbuhnya.

Selain memperoleh manfaat langsung dari IPG yang dibangun, masyarakat disekitar lahan gambut juga mendapat bantuan social ekonomi untuk mengembangkan perekonomian diwilayah mereka.

Penulis : Jati Sasongko

Sumber foto : Koleksi Pribadi

 

 

 

 



Leave a Reply