- March 14, 2020
- Posted by: Bayu Prabowo
- Category: Berita, Berita Lokal, Berita Umum
PALEMBANG, SONORA – Palembang, (13032020). Dalam acara pelantikan pengurus wilayah Nahdatul Ulama (NU) Sumatera Selatan, Ketua Umum PBNU Prof. Dr. KH Said Aqil Siradj, MA mengatakan bahwa Agama Islam sebagai agama mayoritas di Indonesia diharapkan bisa menjadi perekat bangsa, yang melindungi serta mengayomi seluruh komponen bangsa.
“Islam sebagai social society, sebagai perekat bukan sebagai kekuatan politik,” ucapnya.
Said menambahkan NU sebagai organisasi massa akan mendukung program pemerintah yang pro rakyat namun yang tidak pro akan dikritisi.
“organisasi harus bekerjasama dengan pemerintah, yang pro kita dukung dan yang tidak pro kita kritisi, tapi bukan oposisi ya, kalau oposisi menggulingkan pemerintah,” ucapnya.
Said berharap NU ikut menjaga kerukunan bangsa . “ Soliditas penting. Semua punya tanggung jawab menjaga kerukunan seluruh bangsa,” ucapnya.
Ketua PWNU Sumsel 2020 – 2025 yang baru dilantik KH Amiruddin Nahrawi mengatakan bahwa sinergisitas antara NU dengan pimpinan agama lain sangat diperlukan sebab menurutnya Nabi Muhammad SAW mengajarkan toleransi, selain itu agama lain juga ikut berperan dalam merebut kemerdekaan Indonesia.
“Penting itu jangan mencari cari kesalahan agama lain, harus toleransi dan tidak boleh bentrok, kalau bentrok tidak ngerti agama itu, Agama jelas aturannya, “ ucapnya.
Amir juga mengajak agar masyarakat dapat berfikir rasional sebab bila tidak bangsa Indonesia bisa mengalami kehancuran.
“Jangan kita seperti Afganistan, perang antara pemerintah dengan Taliban, kemudian Suriah perang tidak kelar- kelar, Iran,Irak serta Yaman konflik berkepanjangan . Indonseia yang paling tepat, kita harus jadi contoh bagi dunia,” ucapnya.
Penulis : Jati Sasongko
Sumber Foto : Google.com
