Main Game Bisa Hilangkan Trauma ? Simak 4 Fakta Menarik Bermain Game

PALEMBANG SONORA – Siapa yang tidak suka bermain video game ? bermain video game merupakan salah satu aktivitas yang menyenangkan bahkan disukai oleh banyak orang.

Namun, mungkin masih banyak yang menganggap bahwa video game hanya aktivitas bersenang-senang yang tidak memberikan manfaat.

Tahukah kamu ? Faktanya, penelitian telah membuktikan bahwa bermain video game juga menawarkan beberapa manfaat bagi kesehatan.

Dilansir dari Kompas.com , berikut adalah 4 manfaat bermain video game yang telah terbukti secara ilmiah :

1. Game tetris bisa membantu membatasi trauma

Dalam sebuah penelitian, 37 pasien kecelakaan lalu lintas di bagian gawat darurat di rumah sakit di Oxford, Inggris, dipilih secara acak untuk bermain Tetris selama 20 menit.

34 pasien lainnya tidak diberi permainan, namun diminta untuk mencatat aktivitas rutin yang mereka lakukan.

Hasilnya, pasien yang bermain Tetris memiliki kilas balik yang jauh lebih sedikit pada peristiwa kecelakaan yang traumatis.

2. Video game sebenarnya bisa membuat lebih pintar

Penelitian yang diterbitkan di PLoS ONE pada tahun 2013 mengatakan, kognisi seseorang mungkin ditingkatkan ketika ia mulai bermain Xbox atau PlayStation.

Para peneliti lima kelompok non-gamer dan meminta mereka untuk bermain game selama satu jam sehari selama empat minggu.

Peneliti menemukan, semua video game, baik game aksi maupun non-aksi, dapat meningkatkan fungsi kognitif para peserta.

3. Bermain game baik untuk menghilangkan rasa sakit

Sebuah tinjauan literatur tahun 2012 yang diterbitkan dalam American Journal of Preventive Medicine menemukan, dalam 38 penelitian yang dianalisis, video game dapat meningkatkan hasil kesehatan dari 195 pasien, termasuk terapi psikologis dan fisik.

Selain itu, pada tahun 2010, para ilmuwan mempresentasikan penelitian di konferensi American Pain Society yang menemukan bukti bahwa bermain game, terutama game realitas virtual, efektif untuk mengurangi kecemasan atau rasa sakit akibat penyakit kronis atau prosedur medis.

4. Bermain game membantu meningkatkan kemampuan membaca pada anak disleksia

Studi pada tahun 2013 yang diterbitkan di Cell menganalisis, efek bermain game aksi dapat membantu anak-anak disleksia berusia 7 hingga 13 tahun untuk membaca lebih cepat tanpa kehilangan akurasi.

Hasilnya sama atau lebih baik dengan perawatan membaca tradisional yang bisa lebih memakan waktu dan tidak menyenangkan.

Para peneliti berpikir bahwa langkah cepat dalam permainan membantu anak-anak untuk meningkatkan rentang perhatian mereka.

 

Penulis : Fernando Oktareza

Sumber Foto : Kompas



Leave a Reply