- May 18, 2020
- Posted by: Bayu Prabowo
- Category: Berita, Berita Lokal, Informasi
PALEMBANG SONORA – Tahun 1998 organisasi pewarta foto berdiri pertama kali dengan nama Fokus, kemudian setelah reformasi berganti nama menjadi PFI (Pewarta Foto Indonesia), dan saat ini resmi terdaftar di Dewan Pers Indonesia. Menanggapi hal tersebut, Ketua PFI Palembang Abriansyah Liberto mengaku senang karena dengan hal tersebut profesi pewarta foto menjadi bagian sah jurnalistik.
“alhamdullilah, senang sekali,berkat kerjasama teman-teman,” ujarnya.
Dirinya menambahkan bahwa saat ini di Palembang terdapat 30 anggota PFI.
“selama ini tidak ada kendala dalam meliput dilapangan, selama ini kita juga banyak menyelenggarkan event-event, seperti lomba foto, dan pameran, ujarnya.
Dirinya mengatakan syarat untuk menjadi anggota PFi, adalah merupakan fotografer sebuah media, ataupun freelancer yang sudah menjalani profesinya selama2 tahun.
Organisasi kewartawanan Pewarta Foto Indonesia (PFI) akhirnya resmi terverifikasi oleh Dewan Pers. PFI menjadi konstituen baru Dewan Pers bersama-sama 7 organisasi lainnya seperti Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Serikat Perusahaan Pers (SPS), Asosiasi Televisi Swasta Indonesia (ATVSI), Asosiasi Televisi Lokal Indonesia (ATVLI) serta Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia (PRSSNI). Ketua Dewan Pers, Mohammad Nuh, menyambut dengan rasa suka cita bergabungnya PFI sebagai keluarga baru di Dewan Pers. Menteri Pendidikan 2009- 2014 ini mengibaratkan bergabungnya PFI bisa menjadi spectrum penyempurna Dewan Pers. “Jadi ibarat cahaya, (PFI) ini sebagai cahaya putih dengan tingkat clarity paling tinggi, cahaya yang paling terang, dan mampu memberikan pencerahan yang paling kuat”, ucap M. Nuh dalam pertemuan daring, Selasa, 12 Mei 2020.
Penulis : Jati Sasongko
Sumber Foto : Koleksi Pribadi
