Program Magang SMK Harus Lebih In Line

PALEMBANG SONORA – Rencana pemerintah memperpanjang masa sekolah di SMK menjadi 4 tahun, diprediksi akan mempersempit perguruan tinggi yang masih membuka program Diploma 1 atau Diploma 2, menanggapi hal tersebut, Pengamat dan juga Dosen STIE MDP Idham Cholid, SE, ME kepada Sonora mengatakan bahwa saat ini pendidikan tinggi yang membuka program D1 ataupun D2 sudah semakin sedikit, terkecuali adalah mereka yang mendapatkan ikatan dinas.

“ bukan sebagai ancaman, karena teman-teman perguruan tinggi, harus beradaptasi, melakukan perubahan,” ujarnya.

Ia mengatakan bahwa rencana SMK menjadi 4 tahun harus dilihat kurikulumnya seperti apa, sehingga ketika mereka melanjutkan ke perguruan tinggi, maka perguruan tinggi harus mengantisipasi dengan materi-materi yang bisa menunjang atau meningkatkan skill mereka. Selain itu bila tamatan SMK sudah bekerja juga memungkinkan untuk melanjutkan ke perguruan tinggi, mengingat beberapa industry ada yang mensyaratkan karyawannya bergelar sarjana atau S1.

Perihal wacana SMK menjadi 4 tahun karena dinilai SMK kurang greget ?, Ia mengatakan bahwa ada beberapa anggapan, bahwa tamatan SMK kita belum memiliki skill yang cukup, untuk turun ke dunia kerja, itulah akhirnya pemerintah akhirnya berfikir bahwa masa belajarnya perlu ditambah, dengan cara 1 tahun dimanfaatkan untuk magang.

“pertanyaanya apakah kita punya kurikulum ketika mereka magang, selama ini kita lihat, anak SMK yang magang baik di instansi pemerintah ataupun swasta, mereka hanya mengerjakan hal hal stanting, sperti memfotocopy, mengantar surat, bukan hal-hal yang mengupgrade atau mengimplementasikan ilmu mereka disekolah, missal jurusan teknik jaringan computer, bagaimana mereka membuat jaringan computer, itulah yang masih kurang,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa masih beruntung anak SMK yang mengambil jurusan di bidang food & baverage, karena mereka rata-rata mendapatkan tempat magang yang sesuai dengan jurusan mereka, seperti dihotel.

“ hal –hal seperti ini yang bisa dicontoh, sehingga bisa lebih inline, agar anak SMK punya skill yang meningkat,” ujarnya.

Sementara terkait wacana memperpanjang SMK menjadi 4 tahun tersebut, bisa menurunkan minat masyarakat terhadap SMK, menurutnya hal tersebut lebih kepada pola piker orang tua si siswa, orang tua tidak melihat proses pendidikan disekolah, namun jika pemerintah bisa meyakinkan bila nanti outputnya bisa lebih terserap didunia kerja, tentu orang tua akan berlomba-lomba mensekolahkan anaknya ke SMK.

“ perkara kuliah, setelah bekerja mereka bisa kuliah sambil kerja, mindset orang tua, bahwa selesai sekolah langsung kerja, itu yang harus diubah, salah satunya dengan menjalin kerjasama dengan industry, yang bisa menerima tamatan SMK yang memiliki skill dan attitude yang baik,” ujarnya.

 

Penulis : Jati Sasongko

Sumber foto : google

 

 

 



Leave a Reply