- June 28, 2024
- Posted by: Jati Sasongko
- Category: Informasi
Palembang Sonora – Perekonomian di Sumatera Selatan (Sumsel) hingga 31 Mei 2024 terus menunjukkan performa yang positif dan kuat. Tingkat inflasi pada Mei 2024 tercatat sebesar 2,98% (yoy), dan neraca perdagangan mencatat surplus sebesar USD 0,001 triliun. Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di wilayah Sumsel juga menunjukkan kinerja optimal dengan peningkatan pendapatan dan belanja negara dibandingkan periode yang sama di tahun 2023.
Pendapatan negara di Sumsel mencapai Rp7,47 triliun, naik 5,61% (yoy). Belanja negara tercatat sebesar Rp18,28 triliun, meningkat 24,11% (yoy). Rinciannya, belanja Kementerian/Lembaga (K/L) mencapai Rp6,60 triliun (naik 40,70% yoy) dan Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp11,68 triliun (naik 16,36% yoy). Informasi ini disampaikan oleh Bapak Ferdinan Lengkong, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Sumatera Selatan, Jambi, dan Bangka Belitung serta Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Wilayah Sumatera Selatan dalam rapat pleno Forum Asset and Liability Committee (ALCo) Sumatera Selatan.
Penerimaan perpajakan di Sumsel hingga 31 Mei 2024 mencapai Rp6.278,92 miliar, atau 31,54% dari target, dengan pertumbuhan 3,94% (yoy). Penerimaan pajak meningkat 4,62% (yoy) berkat peningkatan setoran PPh 21 yang mencerminkan kenaikan penghasilan karyawan dan penyerapan tenaga kerja. Realisasi penerimaan bea masuk hingga 31 Mei 2024 juga naik 19,05% (yoy). Pendapatan negara bukan pajak (PNBP) dari Badan Layanan Umum (BLU) mencapai Rp790,53 miliar, dan PNBP lainnya sebesar Rp404,50 miliar. PNBP dari aset, piutang, dan lelang mencapai Rp25,22 miliar, tumbuh 100% dibandingkan tahun sebelumnya.
Belanja negara yang meningkat didorong oleh belanja K/L dan penyaluran TKD yang mencatat tren positif di hampir semua jenis TKD. Belanja K/L digunakan untuk pembangunan infrastruktur, kegiatan pemilu 2024, beasiswa KIP Kuliah, Bidik Misi pada satuan kerja Kementerian Agama, dan bantuan sosial ATENSI dari Kementerian Sosial. Belanja pegawai mencapai Rp2,40 triliun (43,86% dari pagu), belanja barang Rp2,63 triliun (33,71% dari pagu), belanja modal Rp1,56 triliun (20,77% dari pagu), dan belanja bantuan sosial Rp9,51 miliar (38,75% dari pagu).
Penyaluran TKD terus meningkat hingga Mei 2024 dengan pertumbuhan 16,36% (yoy), mencapai Rp11,68 triliun (36,91% dari pagu), lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 29,14%. Pertumbuhan didorong oleh penyaluran Dana Bagi Hasil (DBH), Dana Alokasi Umum (DAU), dan Dana Desa. Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) juga meningkat dengan realisasi sebesar Rp3,55 triliun kepada 51.109 debitur.
Secara keseluruhan, perekonomian Sumsel tetap positif dengan inflasi terkendali dan aktivitas ekonomi masyarakat yang terus tumbuh. Kinerja APBN Wilayah Sumsel menunjukkan hasil yang optimal dengan peningkatan pendapatan dan belanja negara secara year on year hingga Mei 2024.
